Kamis, 30 Oktober 2025

Materi dan Konfigurasi Static Routing praktikum menggunakan Cisco Packet Tracer

 Materi dan Konfigurasi Static Routing


Apa itu static route/routing static ?
Routing Static adalah jenis routing yang dilakukan admin/pengelola jaringan untuk mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang dituju secara manual. Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut.

Penggunaan static routing ?
Biasanya static routing digunakan untuk jaringan yang bersekala kecil,yang dimana jaringan itu tidak memiliki banyak route yang perlu di konfigurasikan kedalam router.dalam jaringan berskala kecil penggunaan static routing lebih sering ditemukan karena lebih cepat dan router tidak perlu membuang-buang waktu untuk bertukar informasi routing dinamis. Routing static dengan menggunakan next hop cocok digunakan untuk jaringan multi-access network atau point to multipoint sedangkan untuk jaringan point to point, cocok dengan menggunakan exit interface dalam mengkonfigurasi static route. Recursive route lookup adalah proses yang terjadi pada routing tabel untuk menentukan exit interface mana yang akan digunakan ketika akan meneruskan paket ke tujuannya.

Ciri-ciri routing statis
1. Jalur spesifikasi ditentukan oleh admin jaringan 
2. Pengisian tabel routing dilakukan secara manual oleh admin 
3. jaringanbiasanya digunakan untuk jaringan berskala kecil

Cara kerja routing statis
1. Router melakukan routing berdasarkan informasi yang diterima dari tabel routing
2. Adminjaringan menggunakan perintah ip route secara manual untuk konfigurasi router dengan routing statis dan
3. routing statis berguna untuk melewatkan paket data yang ada pada jaringan.

Keuntungan menggunakan Routing Static
1. Meringankan kinerja processor router
2. Tidak ada bandwidht yang digunakan untuk pertukaran informasi dari tabel isi routing pada saat pengiriman paket 
3. Routing Statis lebih aman dibandingkan routing dinamis 
4. Routing statis kebal dari segala usaha hacker untuk men-spoof dengan tujuan membajak traffic

Kerugian menggunakan Routing Static
1. Administator jaringan harus mengetahui semua informasi dari masing-masing router yang digunakan
2. Hanya dapat digunakan untuk jaringan skala kecil
3. Administrasinya cukup rumit dibanding routing dinamis, terlebih jika banyak router yang harus dikonfigurasi secara manual

PRAKTIKUM :


Silahkan unduh materi  lengkap ~Disini~

Jumat, 17 Oktober 2025

3. Materi Switching VTP (Virtual Trunking Procol)

Virtual Trunking Protocol

atau biasa disingkat VTP.  VTP ini bisa diibaratkan sebuah administrasi vlan secara terpusat dalam sebuah lan skala besar. jadi, jika kita akan mengkonfigurasi vlan di sebuah perusahaan dengan banyak switch, kita tidak perlu mengkonfigurasinya di tiap-tiap switch, kita cukup konfigurasi vlan di switch yang termode vtp server, dan nantinya switch tersebut akan menyebarkan vlan yang telah dibuat ke switch-switch yang telah ter-mode vtp client secara otomatis.

VTP memiliki 3 jenis mode, diantaranya lengkap dijelaskan dalam materi berikut:

2. Materi Switching Trunking

Skenario Penggunaan Trunking

Bayangkan Anda memiliki dua switch (Switch A dan Switch B) di lantai berbeda, dan Anda memiliki VLAN 10 (Siswa) serta VLAN 20 (Guru).

- PC di VLAN 10 pada Switch A ingin berkomunikasi dengan PC di VLAN 10 pada Switch B. 

- PC di VLAN 20 pada Switch A ingin berkomunikasi dengan 

- PC di VLAN 20 pada Switch B.

Untuk memungkinkan komunikasi ini, tautan fisik yang menghubungkan Switch A dan Switch B harus dikonfigurasi sebagai Port Trunk. Port trunk ini akan membawa lalu lintas untuk VLAN 10 dan VLAN 20 secara bersamaan.

Berikut materi lengkapnya :

1. Materi Switching VLAN (Virtual Local Area Network)


🌐 Dengan VLAN, kita dapat memisahkan lalu lintas data antar bagian / departemen dalam jaringan yang sama, tanpa perlu menambah perangkat keras seperti switch baru.

 ➡️ Contoh: Sekolah memiliki jaringan komputer untuk: Ruang Guru TU (Tata Usaha) Siswa Ketiganya bisa saja berada dalam satu switch fisik, namun masing-masing dibuat VLAN sendiri agar lalu lintas datanya terpisah dan lebih aman.